jump to navigation

Belajar dari Simoncelli Mei 17, 2011

Posted by kangojek in Bajaj, Honda, Kawasaki, News, Otomotif, Suzuki, Yamaha.
trackback

Belajar dari Simoncelli ? Gak salah tuh kang ???

Yup, betul sekali, mari kita belajar dari sikap dan karakter Simoncelli pada GP  Le Mans kemaren. Simoncelli start dari posisi 2 lalu melorot saat start,  kemudian dia berhasil berada di posisi yang cukup aman untuk mendapatkan podium (dibelakang Stoner dan Pedrosa). Dari statistik, Simoncelli berhasil mendapat posisi 5 di Qatar, kemudian gak finish di Spanyol dan Portugal. Sebetulnya punya kemampuan dan juga didukung oleh tunggangan yang prima untuk naik ke podium, namun apa yang dilakukan justru merubah segalanya. Kalau saja Simoncelli mau sedikit sabar dan berlatih untuk bermental juara, layaknya Rossi dan Lorenzo, pasti kejadiannya akan lain. Nasi sudah menjadi bubur, Simoncelli memilih untuk ‘ngotot’ yang menyebabkan Dani ndlozzoorr dan mungkin gak bisa ikut di GP Catalunya, tapi kita masih bisa mengambil pelajaran berharga dari peristiwa tersebut.

Simoncelli punya kemampuan sebagai rider, terbukti dia bisa berada di posisi ketiga, membututi Pedrosa, kalau saja Simoncelli berpikir jernih dan mempunyai mental juara, dengan terus membututi Pedrosa ada 2 kemungkinan yang akan terjadi : Dia tetap berada di posisi ketiga, atau bisa ke posisi kedua dengan mengovertake Pedrosa pada posisi yang aman. Toh kedua pilihan tetap mengantarnya menuju Podium. Tampaknya Simoncelli lebih memilih untuk mengumbar nafsu yg udah diubun-ubun, akhirnya yang terjadi adalah Pedrosa Cedera dan Simoncelli kenal penalty yang menyebabkan angan-angan untuk naik ke podium malah bubar!!.

Disisi lain, Rossi yang sadar betul kemampuan mesin Ducati-nya masih belum bisa menandingi Honda, secara  konsisten tetap ‘menikmati’ permainan. Dan Rossi gak membuat target yang muluk2, sadar akan kemampuan mesinnya dibawah Honda, Rossi  punya target untuk bisa mengalahkan Yamaha dan menunjukkan kalau Rossi dengan Ducati masih bisa unggul dibanding Lorenzo dengan Yamaha.

Jadi Bro and Sis apakah mau jadi Simoncelli ?

“I am so sorry about his crash and about his injury, especially. For me I haven’t done anything incorrect, so for me this is a race ‘action’ (incident).”

 Emang beda antara yang bermental juara dengan anak kemaren sore…🙂

Salam ojek!!!

Komentar»

1. RC212V - Mei 17, 2011

Simoncelli rider berbakat.
sayang aja masih terlalu brutal dan gak sabaran.
kalau aja doi bisa sedikit sabar ane yakin klo masih pake motor honda pabrikan doi sang calon kuat juara dunia tahun depan,.

2. RC212V - Mei 17, 2011

lho ane pertamax ya?

3. Dismas - Mei 19, 2011

Ga mau… Paling sip ya Rossi. Tetep nyuguhin pertarungan seru waktu nyalip Lorenzo & salip salipan sama Dovizioso (ga seperti Stoner, selalu bikin balap MotoGP jadi boring), tapi juga tetep sportif dan pakai perhitungan kalau nyalip (ga spt Simoncelli)…

4. agungsevi - Juni 5, 2011

wah bener mas bro.. mental juara memang lebih slow nan tenang! salam kenal mas bro!

nitip mas bro: http://agungsevi.wordpress.com/2011/06/04/perjalanan-menuju-gunung-kelud-nan-damai/

5. ipanase - Juni 17, 2011

simonceli keren,,,bagus,,tapi AWURAN

6. Rest In Peace Simon….. « Kangojek’s Weblog - Oktober 23, 2011

[…] bertingkah sehingga menyebabkan Pedrosa harus terjungkal dan istirahat karena patah tulang selangka (cek disini). Namun kangojek merasa bahwa sebenarnya si kribo ini punya bakat besar dan punya nyali besar. […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: