jump to navigation

PBX-FWT Integration, solusi komunikasi murah Juli 31, 2010

Posted by kangojek in Communication, Information Technology.
trackback

Setelah beberapa artikel mengenai otomotif, khususnya motor, kali ini kangojek coba buat artikel mengenai komunikasi. Saat ini sudah banyak perusahaan yang memanfaatkan tarif promo ke sesama operator untuk komunikasi karyawannya. Jadi perusahaan melakukan kontrak kerjasama ke salah satu operator dan memberikan fasilitas kartu yang sama ke karyawan, sehingga dengan menggunakan 1 provider, biaya komunikasi antar karyawan bisa lebih mudah. Tapi artinya itu terbatas dengan 1 provider saja, bagaimana jika yang dihubungi bukan cuma karyawan, tetap ke kolega2 lain yg sudah pasti tidak dapat kita atur harus menggunakan provider tertentu yang sama dengan provider perusahaan tersebut ? Atau karyawan tidak mau dipaksa ganti provider, karena merasa itu adalah HP pribadi ? Haruskah perusahaan memberikan fasilitas handphone ke karyawan ? berarti 1 karyawan akan membawa lebih dari 1 handphone.

Nah, saat ini sudah ada perangkat yg dapat menjembatani antara PBX dan provider GSM, jadi dengan sedikit utak-atik dari sisi PBX bisa dilakukan semacam routing condition. Jika dari kantor akan menghubungi nomor GSM dari provider A, maka line outgoing akan dilarikan ke perangkat yg sudah dipasang kartu GSM dari provider A. Dengan demikian akan terjadi komunikasi dari kantor ke kolega/ karyawan dengan menggunakan provider yang sama.

                                                                 FWT-GSM

Alat yang digunakan biasa disebut FWT (Fixed Wireless Terminal), yaitu alat yang menghubungkan ext analog dari PABX ke GSM provider, jadi alat tersebut berfungsi seperti line out PBX ke Provider selular.

Mari kita coba amati, jika karyawan (misal bagian purchasing) melakukan komunikasi ke vendor (nomor telkom) berarti akan menggunakan jalur outgoing telkom seperti biasa, namun jika nomor yang dituju adalah nomor GSM A, maka si PBX akan melakukan routing ke perangkat yang didalamnya sudah dipasang kartu GSM A, jadi perusahaan akan membayar “on net” tarif yang jauh lebih murah dari tarif biasa yang harus membayar biaya interkoneksi.

Dari gambar diatas, maka perusahaan akan dapat menurunkan pengeluaran rutin komunikasi yang selama ini bisa dibilang “boros” karena selalu membayar biaya interkoneksi. Berikut adalah contoh tarif  dari PSTN ke seluler yg kangojek dapatkan dari website telkom.co.id :

Sedangkan tarif dari salah satu provider sbb :

Jadi kalau disimulasikan, dengan rata2 penggunaan 3 jam perhari maka akan mendapat penghematan hingga 67% untuk zona 3 (jarak diatas 500km)

Tentunya akan lebih murah lagi jika perusahaan bisa melakukan negosiasi ke masing2 provider, dengan jumlah pemakaian tertentu akan mendapatkan discount tertentu, jadi sudah dapat untung dari tarif sesama, akan lebih untung lagi jika tarif tersebut bisa lebih murah lagi.

Semoga berguna…

Salam Ojek!

Komentar»

1. K0meng - Agustus 1, 2010

Good artikel Bro Kangojek, sarat dengan ilmu dan teknology.

salam Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy dari K0meng!!!

2. damhar - Agustus 2, 2010

Manstrapp !!!
ijin sharing ya

3. Tito - Agustus 2, 2010

Dapatkan alat komunikasi termurah untuk anda!
diskon hingga 20%.
By. Artatel
Marketing : Tito Nugroho
Telp. 031- 92170666

kangojek - Agustus 2, 2010

Silahkan Oom Damhar, semoga berguna


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: