jump to navigation

Bus Way ? No Way !!! Januari 29, 2009

Posted by kangojek in Otomotif, Transportasi.
Tags: , ,
trackback

busway6Sorry buat bang Yos yang sudah bersusah payah mengupayakan terwujudnya Bus Way. Judul diatas bukannya mau menjelekkan kebijakan yang sudah dibuat bang Yos. Patut dihargai usaha bang Yos yang sudah merintis terwujudnya Bus Way, namun masih banyak yang harus diperbaiki supaya lebih efektif dan terasa manfaatnya buat para pengguna kendaraan pribadi baik mobil maupun motor.
Sudah beberapa kali saya menggunakan layanan Bis Way atau Trans Jakarta ini, tapi dari waktu ke waktu belum ada perbaikan yang berarti. Terakhir, hari Jum’at minggu lalu ketika akan ada seminar di daerah Sudirman, pikir2, mau pakai mobil, pasti macet dan harus sedikit memutar karena area 3 in One. Mau pakai motor, hujan rintik2, akhirnya diputuskan naik Trans Jakarta dengan harapan bisa lebih cepat sampai tujuan dan gak kehujanan. Perjalanan diawali dari jalan Pemuda Rawamangun jam 7.15 mulai jalan dari rumah. Sekitar jam 7.30 sudah sampai di Halte Transjakarta. 5 menit berlalu dan tidak ada 1 bus-pun yang datang. Sambil menunggu, coba lihat2 kondisi halte tsb. Duh, sedihnya ngeliat kondisi fasilitas yang sudah sangat jauh dibanding saat awal halte tersebut mulai digunakan.
busway1busway41busway2busway3Tempat sampah yang difungsikan sebagai tempat duduk petugas, dan tempat sampah yang menurut saya sangat tidak layak.

Pintu otomatis sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Salah satu pintu selalu dalam kondisi terbuka. Sensor yang terpasang tampaknya sudah tidak berfungsi lagi. 5 menit kedua berlalu sampai akhirnya ada 1 buah bis yang merapat ke halte, tapi ternyata penuh sesak dengan penumpang sehingga tidak ada satupun penumpang di halte yang bisa masuk ke dalam bis. 1 menit kemudian muncul 2 buah bis berjalan beriringan. Dengan harapan akan dapat tempat, mulai merapat ke dekat pintu. Ternyata… 2 buah bis tersebut juga penuh sesak dengan penumpang dari arah Pulogadung. Masih sabar menunggu sampai akhirnya 3 buah bis lain datang dan pergi tanpa ada 1 pun penumpang yang bisa masuk ke dalam bis karena sudah penuh sesak. Jam sudah menunjukkan jam 8.05, akhirnya gw putuskan untuk naik bis yang ke arah Pulogadung dengan harapan bisa naik dari halte lain. Tiga buah halte dilewati karena ternyata banyak juga yang menunggu untuk bisa naik bis. busway5Akhirnya turun di Halte yang antriannya tidak terlalu penuh. Menunggu sebentar untuk berpindah ke Bis ke arah sebaliknya, pfuh… akhirnya dengan sedikit ilmu meringankan badan, bisa juga naik ke atas bis yg cukup penuh. Masih dengan ilmu meringankan beban, di dalam bis hanya bisa bertumpu pada 1 kaki dikarenakan kaki yang satu tidak dapat tempat di lantai bis. Akhirnya sekitar jam 09.10 sampai di Halte Dukuh Atas. Artinya dari saat menunggu bisa sampai ke halte tujuan butuh waktu sekitar 100 menit (lebih dari 1,5 jam!). Wow! kalo naek motor mungkin gak sampai 45 menit udah sampai tujuan.
Tampaknya solusi Bus Way mesih belum cocok untuk pengendara Motor. Masih banyak yang harus diperbaiki dari sistim transportasi massal di Jakarta. Pengaturan armada bis yang kurang memperhatikan waktu “peak” di daerah2 tertentu menyebabkan antrian penumpang yang mengekor seperti ular.
Sorry to say…. saat ini gw masih bilang “Naik Bus Way?… No Way!!
Semoga ada perbaikan system dan fasilitas untuk transportasi masal ini. Sayangnya gw gak bisa kasih saran, padahal sudah tersedia kotak saran di halte Bus Way. yach, gimana mau kasih saran kalau gak ada kertas dan ballpoint yang disediakan ?

Komentar»

1. Ahlam - Januari 30, 2009

Enakan naek ojeg jagi gak becek ya mas he..he.. yang saya lihat juga pembangunan jalur bus way malah membuat jalan reguler makin smrawut…

2. Sigit Santosa - Februari 1, 2009

Memang kebijakan busway terkesan sangat dipaksakan. Alih-alih ingin menanggulangi kemacetan tapi malah meningkatkan kemacetan. Busway terkesan dipaksakan (politisir), facilitas pelengkap tidak memadahi seperti foto2 diatas. Selain itu berbeda dengan negara asal Busway (Bogota, Kolombia) yang membikin jalan baru dalam pembangunan jalur baru, eh kita malah memakan jalur yang sudah ada. Selain itu, bus itu kurang bagus untuk Mass Rapid Transport. Di Melbourne, transportasi menggunakan Tramp (kereta listrik) jauh lebih baik daripada di Sydney (pakai bus). Singapore juga mengandalkan kereta untuk MRTnya.

3. kuro22id - Februari 3, 2009

Bangun bus way cuma buat habisin anggaran, lebih baik mrt dari awal.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: